BANDUNG – Tim dosen dari Fakultas Ilmu Terapan (FIT) Telkom University kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam pemberdayaan mitra industri kecil dan menengah. Melalui program hibah Teknologi Tepat Guna (TTG), tim yang diketuai oleh Patrick Adolf Telnoni menyerahkan pembaruan perangkat lunak manajemen proyek kepada Procode CG.
Dalam pelaksanaannya, Patrick didampingi oleh rekan sejawat, Pramuko Aji dan *Alit Y. Eskaluspita. Proyek ini juga melibatkan peran aktif dua mahasiswa, *Bagas Permana dan Aisyah Mumtaziah, yang menjadi motor utama dalam implementasi teknis dan pengembangan kode perangkat lunak.
Transformasi Pengelolaan Tugas: Dari Satu Menjadi Multi-Proyek
Fokus utama dari hibah teknologi kali ini adalah pengembangan fitur pada perangkat lunak manajemen proyek internal Procode CG yang memiliki gaya antarmuka mirip dengan Trello.
Sebelumnya, sistem yang ada memiliki keterbatasan dalam memisahkan alur kerja antar unit. Melalui pembaruan ini, tim dosen dan mahasiswa menambahkan fitur organisasi tugas berbasis proyek. Pembaruan ini memungkinkan Procode CG untuk:
- Mengelola Banyak Kelas Sekaligus: Memisahkan administrasi dan progres belajar siswa berdasarkan batch atau kelas yang berbeda secara paralel.
- Skalabilitas Manajemen Proyek: Memungkinkan tim manajemen memantau berbagai proyek pengembangan perangkat lunak tanpa tercampur dengan proyek lainnya.
- Visualisasi Kanban yang Lebih Rapi: Mempertahankan kemudahan penggunaan gaya kartu (card-based) namun dengan pengelompokan yang lebih terstruktur.
Peran Strategis Mahasiswa dalam Implementasi
Kehadiran Bagas dan Aisyah dalam tim ini menjadi bukti implementasi Work-Ready Skills yang dicanangkan Telkom University. Keduanya bertanggung jawab memastikan bahwa fitur “Project-Based Organization” tersebut berjalan mulus (seamless) dan sesuai dengan kebutuhan operasional harian di Procode CG.
“Pembaruan sistem ini sangat krusial bagi Procode CG. Dengan kemampuan mengelola banyak proyek dan kelas sekaligus dalam satu platform, mereka kini memiliki kontrol yang lebih baik terhadap efektivitas waktu dan sumber daya,” jelas Patrick Adolf Telnoni.
Harapan bagi Procode CG
Dengan diserahkannya pembaruan perangkat lunak ini, Procode CG diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan mereka, baik dalam ranah edukasi (kelas pemrograman) maupun proyek pengembangan teknologi. Digitalisasi manajemen proyek ini merupakan langkah maju dalam menciptakan ekosistem kerja yang lebih profesional dan terorganisir.
